Tampilkan postingan dengan label UCAPAN YESUS YANG SULIT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UCAPAN YESUS YANG SULIT. Tampilkan semua postingan

Hari Sabat untuk Manusia

* Markus 2:27-28
2:27 LAI TB, Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,
KJV, And he said unto them, The sabbath was made for man, and not man for the sabbath:
TR, και ελεγεν αυτοις το σαββατον δια τον ανθρωπον εγενετο ουχ ο ανθρωπος δια το σαββατον
Interlinear, kai {lalu} elegen {Ia berkata} autois {kepada mereka} to sabbaton {Sabat} dia {demi} ton anthrôpon {manusia} egeneto {dijadikan} ouch {bukan} ho anthrôpos {manusia} dia {demi} to sabbaton {Sabat}

2:28 LAI TB, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat."
KJV, Therefore the Son of man is Lord also of the sabbath.
TR, ωστε κυριος εστιν ο υιος του ανθρωπου και του σαββατου
Interlinear, hôste {karena itu} kurios {tuan/Tuhan} estin {adalah} ho huios {Anak} tou anthrôpou {Manusia} kai {juga} tou {atas} sabbatou {Sabat}


Ini merupakan permunculan ke-2 dari istilah "Anak Manusia" didalam Injil Markus. Kata-katanya merupakan kesimpulan dari jawaban Yesus terhadap pengeritik murid-muridNya, ketika mereka memetik bulir gandum selagi berjalan melewati ladang, pada hari sabat dan kemudian (menurut Lukas 6:1) memakan gandum itu setelah mereka mengisarnya dengan tangan untuk memisahkan kulitnya. Hal ini, secara tekhnis bagi para penafsir hukum, dianggap sebagai bentuk tindakan pekerjaan menuai, dan mengisar dengan tangan. Pekerjaan semacam ini tidak boleh dilakukan pada hari Sabat. Mungkin untuk menambahkan kritik-kritik yang dilontarkan terhadap para murid, kritik Yesus memberi kesan membiarkan mereka melanggar hari sabat dengan cara itu.

Pertama-tama, Yesus memberikan suatu contoh : Pada saat darurat, Daud dizinkan oleh para imam yang bertugas dalam Bait Nob (Mungkin di Gunung Skopus, dekat Yerusalem) untuk mendapatkan roti kudus ('roti sajian' atau 'roti kehadiran ilahi') untuk dirinya dan pengikut-pengikutnya, walaupun telah ditetapkan dalam hukum bahwa tak seorangpun kecuali para imam yang boleh memakannya (1 Samuel 21:1-6). Inti argumentasi yang Yesus tunjukkan disini adalah bahwa kebutuhan manusia mempunyai prioritas lebih tinggi daripada upacara agama; amat relevan untuk mengulang tafsiran tradisional (walaupun tidak tercatat dalam Perjanjian Lama) mengenai peristiwa Daud yang terjadi pada suatu hari Sabat (menurut Imamat 24:8-9 hari itu, roti yang lama harus disingkirkan untuk dimakan "Harus dan anak-anaknya... di tempat kudus", dan diganti dengan roti yang baru, "yang diaturnya di hadapan Tuhan").

Kemudian Yesus melanjutkan memberikan contoh yang lebih awal dan lebih tinggi. Hari Sabat ditetapkan Allah; apa tujuan Allah membentuk hari itu? Apabila hal itu dapat ditemukan, maka hukum Sabat paling baik dijalankan menurut tujuan Allah memberikan hari itu.

Dalam Kejadian 2:2-3, Allah menyatakan 'istirahat' pada hari ke tujuh setelah Ia menyelesaikan pekerjaan pernciptaanNya selama enam hari berturut-turut, maka Ia 'memberkati hari ke tujuh dan mengkuduskannya'. Kata kerja bahasa Ibrani untuk istirahat adalah שַּׁבָּת - SYABÂT, yang diberikan disini sebagai penjelasan arti kata 'sabat'.
Baik Yesus maupun para pengeritikNya tidak menganggap bahwa Allah emmerlukan istirahat pada hari ke tujuh karena Ia merasa lelah setelah bekerja berat selama seminggu. Ia 'berhenti' dari pekerjaanNya. Mengapa Ia kemudian 'memberkati' hari Sabat dan 'mengkuduskannya'? ini bukan untuk kepentingannya sendiri, melainkan untuk kepentingan makhluk ciptaanNya, yang Ia tahu, pasti akan membutuhkan istirahat setelah seminggu hari bekerja berat.
Hal ini nampak dalam catatan Kitab Kejadian itu sendiri. Pada Firman ke-empat, dalam format yang diberikan dalam Keluaran 20:8-11 menganjurkan umat Israel untuk menguduskan hari ke-7 dengan berhenti dari pekerjaannya, sebab Allah telah menguduskannya dengan Ia sendiri berhenti bekerja setelah 6 hari penciptaan. Tetapi dalam bentuk Firman yang ke-4 ini yang diberikan dalam Kitab Ulangan 5:12-15 sangatlah jelas bahwa hari Sabat ditunjukan bahwa hari Sabat diberikan untuk kebutuhan mereka yang memerlukan istirahat setelah bekerja keras :


* Ulangan 5:12-15
5:12 Tetaplah ingat dan kuduskanlah hari Sabat, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.
5:13 Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
5:14 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau lembumu, atau keledaimu, atau hewanmu yang mana pun, atau orang asing yang di tempat kediamanmu, supaya hambamu laki-laki dan hambamu perempuan berhenti seperti engkau juga.
5:15 Sebab haruslah kauingat, bahwa engkau pun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh TUHAN, Allahmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat.



Perhatikan ayat 14 "supaya hambamu laki-laki dan hambamu perempuan berhenti seperti engkau juga". Maka hari Sabat dibentuk, untuk kebutuhan manusiawi, dan hari itu paling tepat dikuduskan ketika kebutuhan manusia dipenuhi. Simeon bin Menasya menyimpan dalam tafsiran Rabbi mengenai Keluaran 31:14 : " Sabat diberikan untuk engkau; engkau tidak diberikan untuk hari Sabat". (Reff. Mekhilta (rabbinical Commentary) on Exodus 31:14).

Tetapi masalah perkataan Yesus sebenarnya terletak pada fungsi kata 'maka' dan 'supaya' yang mengawali kata-kata selanjutnya : "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat". Bagaimana hal ini dapat mengikuti fakta bahwa hari Sabat untuk manusia sehingga Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat?
Disatu pihak, hal ini tidak begitu menjadi masalah bagi mereka yang pertama kali mengengar Yesus mengatakan kata-kata itu. Karena istilah 'manusia' dalam bahasa Arami biasanya juga 'anak manusia' maka secara harfiah perkataan itu bisa diterjemahkan "Sabat dibentuk untuk anak-manusia, dan bukan anak-manusia dibentuk untuk Sabat'. \

Pertanyaan yang mungkin di benak pendengar adalah : 'Dalam pengertian bagaimanakah dikatakan bahwa anak-manusia adalah tuan atas hari Sabat? Apakah yang dimaksud itu manusia secara umum adalah tuan atas hari Sabat?'
Pertanyaan ini juga diperhadapkan kepada kita juga namun kita mempunyai pertanyaan yang perlu kita pikirkan selanjutnya: Mengapa Markus menggunakan kata 'manusia' (human being atau hman race) dalam kedua ungkapan yang pertama, sedangkan ungkapan 'anak manusia' terdapat di bagian ketiga?
Tentunya ia memaksudkan ungkapanNya yang ketiga memberi suatu arti yang lebih dari sekedar arti manusia secara umum. Amabila demikian, apakah sesuatu yang lebih itu? Mungkin maksud Yesus tentang Ia adalah tuan atas hari Sabat ialah bahwa Yesus mempunyai otoritas tinggi untuk menafsirkan Hukum Sabat menurut ilahi ketika membentuknya. Ia merupakan wakil manusia dan peranan itulah yang sedang dinyatakanNya, karena hari Sabat dibuat untuk manusia, Ia ditentukan Allah mewakili manusia dihadapanNya diberi suatu hal untuk mengatur hari Sabat menurut aturanNya.
Selengkapnya...

Aku Datang bukan untuk orang benar, tapi Orang Berdosa

* Markus 2:17
LAI TB, Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."
KL 1870, Serta perkataan ini didengar olih Isa, maka katanja kapada mareka-itoe: Ta bergoena tabib kapada orang sehat, melainkan kapada orang sakit. Bahwa akoe datang ini boekan akan memanggil orang jang benar, melainkan orang berdosa soepaja bertobat.
KJV, When Jesus heard it, he saith unto them, They that are whole have no need of the physician, but they that are sick: I came not to call the righteous, but sinners to repentance.
TR, και ακουσας ο ιησους λεγει αυτοις ου χρειαν εχουσιν οι ισχυοντες ιατρου αλλ οι κακως εχοντες ουκ ηλθον καλεσαι δικαιους αλλα αμαρτωλους εις μετανοιαν
Translit, kai {maka} akousas {setelah mendengar} ho iêsous {Yesus} legei {berkata} autois {kepada mereka} ou {tidak} chreian echousin {memerlukan} hoi {orang-orang yang} ischuontes {sehat} iatrou {tabib} all {tetapi} hoi {orang-orang yang} kakôs echontes {menderita sakit} ouk {bukan} êlthon {Aku datang} kalesai {untuk memanggil} dikaious {orang-orang yang benar} alla {tetapi} hamartôlous {orang-orang yang berdosa} eis {dalam} metanoian {pertobatan}


Dalam pemberitaan Injil selama lebih dari 19 abad dan melalui pembacaan Perjanjian Baru (PB), kita telah memperoleh gambaran umum mengenai pelayanan Yesus Kristus yang khususnya ditujukan kepada orang yang berdosa, bukan yang sekedar penerimaan banyak orang bahwa "kita semua adalah orang berdosa", melainkan orang-orang berdosa dalam arti menjalani kehidupan yang bertentangan dengan kode-etik yang diterima masyarakat mereka.


* 1 Timotius 1:15
Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.

KJV, This is a faithful saying, and worthy of all acceptation, that Christ Jesus came into the world to save sinners; of whom I am chief.
TR, πιστος ο λογος και πασης αποδοχης αξιος οτι χριστος ιησους ηλθεν εις τον κοσμον αμαρτωλους σωσαι ων πρωτος ειμι εγω
Interlinear, pistos {yang dapat dipercayai} ho {ini} logos {perkataan} kai {dan} pasês {seluruhnya} apodochês {penerimaan} axios {patut} hoti {bahwa} christos {Kristus} iêsous {Yesus} êlthen {datang} eis {ke} ton kosmon {dunia} hamartôlous {orang-orang yang berdosa} sôsai {untuk menyelamatkan} hôn {dari (orang-orang) itu} prôtos {yang paling (berdosa)} eimi {adalah} egô {aku}


Ini merupakan berita Injil yang agung, dan apabila penulis meneruskan kata-kata mengenai dirinya sendiri sebagai orang pertama dan yang saling berdosa diantara orang-orang berdosa lainnya, hal ini menggaris-bawahi pernyataannya tentang anugerah keselamatan dari Kristus Yesus.

Namun, sepanjang pelayanan Yesus Kristus, perkataan ini telah menimbulkan pertentangan besar diantara orang-orang terhormat bahwa seorang guru agama seperti Dia yang seharusnya mendapat penghargaan dan menempatkan diriNya sebagai manusia suci, Ia malah bergaul dengan orang-orang yang tidak baik.
Ketika orang Farisi itu melihat Yesus membiarkan perempuan berdosa itu menjamahNya, katanya dalam hati : "Jika Ia nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan ini, sebab ia adalah orang berdosa" (Lukas 7:39). Tetapi, Yesus yang tahu benar macam apa perempuan itu justru dengan alasan itulah Ia tidak mencegah jamahanNya :


* Lukas 7:36-50
7:36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.
7:37 Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
7:38 Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.
7:39 Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa."
7:40 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu." Sahut Simon: "Katakanlah, Guru."
7:41 "Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.
7:42 Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?"
7:43 Jawab Simon: "Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya." Kata Yesus kepadanya: "Betul pendapatmu itu."
7:44 Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.
7:45 Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.
7:46 Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.
7:47 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih."
7:48 Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni."
7:49 Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?"
7:50 Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"

(Catatan : tentang Yesus Mengampuni dosa bisa dibaca dengan klik disini ).


Diantara semua tanda tradisional yang Yesus tunjukkan, mungkin tidak ada lagi yang lebih menghangatkan hati daripada kata-kata "sahabat orang-orang berdosa". Tetapi, pernyataan ini mula-mula ditujukan sebagai suatu kritik : "Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa." (Lukas 7:34). Para pemungut cukai menempati tenaga kehormatan yang paling rendah, dan hanya disejajarkan dengan para pelacur.

Hal ini tidak berarti bahwa Yesus bertoleransi dengan mereka seakan-akan menjadikan mereka baik dengan perhatian khusus itu. Seakan-akan Ia memberikan impresi menyukai pergaulan mereka, dan Ia tidak mengutuk mereka, malah mendorong mereka untuk merasa aman bersamaNya. "Ia menerima orang berdosa", keluh para ahli Taurat; dan lebih dari itu, "Ia makan bersama-sama mereka" (Lukas 15:2). Menerima undangan makan di rumah-rumah orang-orang semacam itu, serta menikmati persekutuan-persekutuan makan bersama mereka merupakan cara yang paling simpatik untuk menunjukkan pergaulanNya dengan mereka. Tidaklah heran apabila hal ini telah menyakiti diri, berusaha untuk hidup bermoral tinggi. Bila orang dikenal melalui pergaulannya, Yesus sekedar ingin dikenal sebagai sahabat orang-orang yang tak pernah berbuat baik, sampah masyarakat. Dan apakah tidak banyak orang saleh masa kini memberikan reaksi yang sama seperti orang Farisi itu?

Pada suatu peristiwa, ketika Yesus Kristus menerima undangan makan malam di rumah salam seorang yang tidak termasuk golongan terhormat, murid-muridNya dihampiri oleh para ahli Taurat. Para murid termasuk undangan, tetapi beberapa diantaranya mendapat perlakukan tidak senonoh. : "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" (Markus 2:16) Yesus mendengarnya dan menjawab kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa." (Markus 2:17). Memanggil berarti mengundang : Ia telah menerima undangan mereka, tetapi mereka menerima undangan dari Dia menerima dan menikmati belas-kasihan dari Bapa di Surga.
Dapat dimengerti apabila "sembilan-puluh sembilan orang-benar yang tidak membutuhkan pertobatan" (Lukas 15:7) merasa bahwa utusan mengenai orang-orang berdosa terlalu dilebih-lebihkan, tetapi karena Injil memang pertama-tama dan paling dibutuhkan hanya untuk orang berdosa, hal ini tidak bisa dibalik.

Perkataan Yesus ini dicatat lagi oleh penulis-penulis Injil Sinoptik dalam Matius 9:13; Lukas 5:32, Dalam Lukas juga dengan jelas ditekankan :


* Lukas 5:32
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."



Bentuk pertobatan memang lebih dalam Injil Lukas daripada dua kitab lainnya. Bila pertobatan dalam pengajaran Yesus diartikan sebagai perubahan karakter daripada reformasi tingkah laku saja. Dengan demikian kita mengerti bahwa Yesus menunjuk pada akar penyakitnya, bukan gejalanya saja. Dan akar ini hanya dapat digarap secara efektif, hanya dengan kepastian yang praktis oleh demonstasi kasih yang ditampakkan Yesus kepada orang-orang berdosa dan membutuhkan pertolongan.


Selengkapnya...

Anak Manusia Mengampuni Dosa

* Markus 2:1-12
2:1 Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah.
2:2 Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka,
2:3 ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.
2:4 Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.


2:5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"
KJV, When Jesus saw their faith, he said unto the sick of the palsy, Son, thy sins be forgiven thee.
TR, ων δε ο ιησους την πιστιν αυτων λεγει τω παραλυτικω τεκνον αφεωνται σοι αι αμαρτιαι σου
Interlinear, hôn {lalu} de {ketika} ho iêsous {Yesus} tên pistin {iman} autôn {mereka} legei {Ia berkata} tô {itu} paralutikô {kepada orang lumpuh} teknon {hai anak} apheôntai {diampuni} soi {mu} ai hamartiai {dosa-dosa} sou {mu}

2:6 Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:
2:7 "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"
2:8 Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?
2:9 Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?
2:10 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --:
2:11 "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
2:12 Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."



Pada waktu ke-empat teman orang lumpuh membuka atap di suatu rumah di kapernaum, dimana Yesus Kristus sedang mengajar. Mereka menurunkan seorang yang berbaring diatas tilamnya sampai ke kaki Yesus.
Yesus menghargai iman dan tekat mereka, dan Dia pun menyembuhkan orang itu. Tetapi sebelum Ia menyuruh orang itu mengangkat tilamnya dan berjalan, Yesus berkata kepadanya "AnakKu, dosamu sudah diampuni" (Markus 2:5).

Tak pernah disebutkan penyebab kelumpuhannya, namun dengan jelas Yesus melihat hal pertama yang dibutuhkan orang itu adalah suatu jaminan dosa-dosanya sudah diampuni. Apabila jaminan ini diterima, maka kesembuhan fisik mengikutinya.

Kata-kata yang ditujukanNya kepada orang lumpuh itu merupakan suatu bentuk pernyataan yang keras diantara para hadirin. Siapakah dia ini yang memaklumkan pengampunan atas dosa? Untuk mengampuni suatu kesalahan hanya Allah saja yang dapat mengampuni mereka. Seorang dapat berkata kepada seorang berdosa "Kiranya Allah mengampuni engkau!", tetapi dengan hak apakah seorang ini berkata kepadanya "Dosa-dosamu sudah diampuni?". Sudah barang tentu para pengkritik Yesus akan setuju jika seorang pembicara resmi bagi Allah melalui kalimat di "The General Absolution", (Buku Pengampunan), 'menyatakan dan mengumumkan kepada umatNya, penyesalan, pengampunan, dan penghapusan dosa-dosa mereka' : namun mereka tidak menyadari bahwa Yesus adalah pembicara Allah yang patut berotoritas, atau mereka tidak mendapatkan bukti bahwa pertobatan yang terjadi atau persembahan korban dosa yang diberikan kepada Allah. Yang sebenarnya dicatat sebagai penyebab utama keberatan mereka adalah suara Yesus yang mempunyai otoritas ketika Ia memaklumkan pengampunan itu : Ia tidak mengajukan persyaratan, tidak menganjurkan perbaikan hidup, tetapi berbicara seakan-akan kata-katanya yang kosong memberikan jaminan pengampunan ilahi. Ia dianggap telah merebut hak istimewa Allah untuk diriNya.

Bagaimana Yesus dapat memberikan bukti otoritasNya dalam mengampuni dosa? Mereka tidak dapat melihat bahwa dosa-dosa itu sudah diampuni, tetapi mereka dapat melihat akibat perkataan Yesus selanjutnya melalui alasan orang itu. Adalah mudah mengatakan "Dosamu sudah diampuni", sebab tak seorangpun dapat melihat dengan jelas apakah dosa-dosa itu sudah diampuni atau belum. Namun, apabila seorang mengatakan kepada orang lumpuh itu untuk bangun dan berjalan, perkataan ini dapat dengan cepat dibuktikan : kosong apabila tidak terjadi apa-apa. Maka, kata Yesus kepada pengeritikNya, "agar engkau tahu bahwa Anak Manusia mempunyai otoritas di bumi untuk mengampuni dosa", kemudian Ia mengatakan kepada orang lumpuh itu : "bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!". Ketika orang itu melakukannya, kuasa Yesus sebagai penyembuh diakui – tetapi lebih dari itu adalah keyakinan bahwa orang itu melakukan apa yang tadinya tidak mungkin, maka otoritas Yesus untuk mengampuni dosa-pun diakui pada saat bersamaan.

Amin Selengkapnya...

Makan daging dan Minum Darah Anak Manusia

* Yohanes 6:53
Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.

KJV, Then Jesus said unto them, Verily, verily, I say unto you, Except ye eat the flesh of the Son of man, and drink his blood, ye have no life in you.
TR, ειπεν ουν αυτοις ο ιησους αμην αμην λεγω υμιν εαν μη φαγητε την σαρκα του υιου του ανθρωπου και πιητε αυτου το αιμα ουκ εχετε ζωην εν εαυτοις
Interlinear, eipen {berkata} oun {berganti} autois {kepada mereka} ho iêsous {Yesus} amên {sesungguhnya} amên {sesungguhnya} legô {Aku berkata} humin {kepadamu} ean mê {kecuali} phagête {kamu makan} tên sarka {daging} tou huiou {Anak} tou anthrôpou {Manusia} kai {dan} piête {minum} autou {-Nya} to aima {darah} ouk {tidak} echete {kamumempunyai} zôên {hidup (kekal)} en {dalam} eautois {dirimu}


Ini adalah suatu perkataan sesuai yang dilaporkan Yohanes :


* Yohanes 6:60
Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?

KJV, Many therefore of his disciples, when they had heard this, said, This is an hard saying; who can hear it?
NIV, On hearing it, many of his disciples said, "This is a hard teaching. Who can accept it?"
TR, πολλοι ουν ακουσαντες εκ των μαθητων αυτου ειπον σκληρος εστιν ουτος ο λογος τις δυναται αυτου ακουειν
Interlinear, polloi {banyak} oun {lalu} akousantes {mendengar} ek {dari} tôn mathêtôn {murid-murid} autou {-Nya} eipon {berkata} sklêros {keras} estin {adalah} outos {ini} ho logos {perkataan} tis {siapa yang} dunatai {sanggup/ suka} autou {nya} akouein {mendengarkan}


"Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?", maksudnya adalah bahwa mereka tidak hanya sulit memahaminya, tetapi andaikata mereka dapat mengerti sekalipun, mereka akan sulit menerimanya. Silahkan lihat versi terjemahan dibawah ini :

Contemporary English Version (CNV), Many of Jesus' disciples heard him and said, "This is too hard for anyone to understand."

CNV mengekspresikannya dengan nuansa yang berbeda, dengan menyajikan kalimat "Ini sama sekali sulit untuk dimengerti oleh setiap orang". Bisa dimaksudkan bahwa mereka menganggap Yesus bicara "omong-kosong", dan kalau mendengarkannya berarti membuang waktu; tetapi bukan ini yang sebenarnya dimaksudkan oleh Yohanes.

Memberi makan lima ribu orang adalah salah satu dari beberapa peristiwa dalam pelayanan Yesus yang dicatat oleh keempat penginjil. Narasi dari Markus 6:31-52 (termasuk kelanjutan kisah Yesus berjalan di atas air menghampiri muird-muridNya ke seberang) direproduksi secara nyata dalam Matius 14:13-33 dan tanpa berjalan dalam Lukas 9:10-17. Yohanes mengisahkan peristiwa itu secara terpisah (bersama dengan berjalan di atas air) dalam Yohanes 6:1-21.

Dalam Injil Sinoptis, kita memperoleh gambaran bahwa ada sesuatu yang lebih dari hanya memberi makan lima-ribu orang seperti yang mata memandangnya pada waktu itu atau mata pembaca masa kini.

Secara khusus, Markus menjelaskan secara gamblang bahwa memberi makan itu bertujuan untuk mengajar para murid yang belum juga mengerti, dan bahwa Yesus merasa heran karenanya. Ketika Dia ikut mereka dalam perahu yang sedang balik menuju ke seberang lain danau Galilea itu, angin topan yang menghambat perjalanan mereka telah menjadi teduh, dicatat oleh Markus : "Mereka sangat tercengang dan bingung, sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil." (Markus 6:51-52).

'Hati mereka degil', berarti 'pikiran mereka tertutup', maka kita dapat mengerti makna "perkataan keras" seperti makna yang disampaikan CNV, bahwa mereka itu kesal untuk dapat mengerti pengajaran itu, dan pengajaran itu sebenarnya berkaitan dengan pribadi Tuan mereka.

Tetapi, arti yang terselubung dalam sinoptis diungkapkan oleh Yohanes secara gamblang. Dia menjelaskan hal itu dengan bentuk khotbah. Yesus di Sinagoge Kapernaum, tidak lama setelah peristiwa diatas. Pokok pembahasanNya adalah mengenai Roti Hidup.

Telah diusulkan bahwa pada hari Sabat, salah satu pengajaran Alkitab di Sinagoge adalah Keluaran 16:13-26 atau Bilangan 11:4-9, yang menceritakan tentang manna, roti dari Surga yang olehnya orang Israel dikenyangkan selama perjalanan di padang gurun. Inilah pokok bahasan yang mengawali bagaimana khotbah itu. Manna yang nenek moyang mereka di padang gurun, kata Yesus, bukanlah makanan yang tak dapat binasa : yang emmakannya tetap bisa mati – sepat atau lambat. Demikian juga roti yang Dia berikan kepada orang banyak itu adalah roti secara materi.

Orang-orang Yahudi mau menjadikan Yesus pemimpin mereka, karena mereka melihat mujizat yang dilakukan Yesus yaitu memberi roti kepada lima-ribu orang, padahal sebenarnya Yesus datang untuk memberikan kepada mereka roti yang lebih baik. Sama seperti waktu Yesus menawarkan kepada perempuan Samaria di dekat sumur Yakub – air yang lebih baik daripada air dalam sumur itu, yaitu air hidup yang membuatnya tidak haus lagi selama-lamanya.
Maka, kini Yesus menawarkan kepada orang-orang di Galilea – roti yang lebih baik – daripada roti yang hanya mengenyangkan perut yang dimakan oleh lima-ribu orang itu, bahkan roti yang lebih baik daripada Manna yang dimakan oleh nenek-moyang mereka. Yesus menawarkan 'makanan yang bertahan sampai kehidupan yang kekal'.

Manna boleh saja disebut sebagai 'roti dari Surga' , bahkan disebut 'roti yang dari Allah' tetapi roti yang benar-benar berasal dari Allah adalah yang turun dari Surga, yang memberi hidup kepada dunia :


* Yohanes 6:27-34
6:27 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."
6:28 Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?"
6:29 Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."
6:30 Maka kata mereka kepada-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?
6:31 Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga."
6:32 Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.
6:33 Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia."
6:34 Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa."



Bukan saja demikian, Allah telah memberi kuasa dan hak kepada Yesus Kristus yang diutus untuk menganugerahkan Roti Hidup : Yaitu Anak Manusia, Yesus Kristus sendiri.
Nah, sejauh ini : ketika perempuan Samaria itu mendengar tentang Air hidup itu berkata : "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air." (Yohanes 4:15), bisa kita umpamakan dengan pendengar Yesus saat itu berkata : "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa."

Dari sini kita menginjak tingkat pengajaran berikutnya. Yesus tidak hanya memberikan roti hidup, tetapi Dialah Roti Hidup. Kehidupan yang sesungguhnya, Hidup yang kekal, yang hanya diperoleh didalam Dia :


* Yohanes 6:35
Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

KJV, And Jesus said unto them, I am the bread of life: he that cometh to me shall never hunger; and he that believeth on me shall never thirst.
TR, ειπεν δε αυτοις ο ιησους εγω ειμι ο αρτος της ζωης ο ερχομενος προς με ου μη πειναση και ο πιστευων εις εμε ου μη διψηση πωποτε
Interlinear, eipen {berkata} de {kepada} autois {mereka} ho iêsous {Yesus} egô eimi {Akulah} ho artos {Roti} tês zôês {Hidup (yang memberi hidup kekal)} ho {(orang yang)} erchomenos {datang} pros {kepada} me {-Ku} ou mê {pasti tidak} peinasê {merasa lapar} kai {dan} ho {(orang yang)} pisteuôn {percaya} eis {kepada} eme {Ku} ou mê {pasti tidak} dipsêsê {akan merasa haus} pôpote {pernah}


Memang, barangsiapa yang datang kepadaNya dalam iman akan mendapatkan pemeliharaan dan kesegaran yang abadi untuk jiwa mereka yang haus dan lapar; mereka tidak akan pernah mati.


* Yohanes 6:51
Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."

KJV, I am the living bread which came down from heaven: if any man eat of this bread, he shall live for ever: and the bread that I will give is my flesh, which I will give for the life of the world.
TR, εγω ειμι ο αρτος ο ζων ο εκ του ουρανου καταβας εαν τις φαγη εκ τουτου του αρτου ζησεται εις τον αιωνα και ο αρτος δε ον εγω δωσω η σαρξ μου εστιν ην εγω δωσω υπερ της του κοσμου ζωης
Interlinear, egô eimi {Akulah} ho artos {Roti} ho zôn {Hidup} ho {yang} ek {dari} tou ouranou {Surga} katabas {telah turun} ean {jikalau} tis {ada orang} phagê {memakan} ek {(sebagian) dari} toutou {ini} tou artou {Roti} zêsetai {ia akan hidup} eis ton aiôna {selama-lamanya} kai {dan} ho artos {roti} de {ialah} hon {yang} egô {Aku} dôsô {akan memberikan} hê sarx {daging} mou {Ku} estin {adalah} ên egô {Aku} dôsô {akan memberikan} huper {kepada} tês tou kosmou {dunia} zôês {kehidupan}


Sekarang pengajaran itu ebnar-benar mulai keras. Setiap orang yang beruntung membaca kata-kata ini dalam konteks keseluruhan Injil Yohanes akan mengetahui arti kata-kata itu. Bahwa percaya kepada Yesus Kristus bukan Cuma mempercayai apa yang dikatakanNya : percaya adalah dipersatukan dengan Dia oleh iman untuk berpartisipasi dalam hidupNya. (Sampai pada suatu titik, perkataanNya tentang memberikan dagingNya untuk dunia adalah paralel dengan apa yang ditulis Markus dalam Markus 10:45) dimana Yesus Kristus mengatakan bahwa Anak Manusia datang untuk 'memberikan nyawaNya bagi banyak orang'.


* Markus 10:45
Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

KJV, For even the Son of man came not to be ministered unto, but to minister, and to give his life a ransom for many.
TR, και γαρ ο υιος του ανθρωπου ουκ ηλθεν διακονηθηναι αλλα διακονησαι και δουναι την ψυχην αυτου λυτρον αντι πολλων
Translit, kai gar ho huios tou anthrôpou ouk êlthen diakonêthênai alla diakonêsai kai dounai tên psuchên autou lutron anti pollôn


Bahasa yang dipakai Yesus untuk mengatakan "dagingKu" bisa merupakan cara lain emngatakan "diriNya"; Dia sendiri adalah Roti yang diberikan untuk hidup dunia. Namun ungkapan dalam Markus 10:45 bukan merupakan referensi mengenai Anak Manusia sebagai makanan bagi jiwa orang 'banyak' dan ini merupakan satu epnekanan tambahan dan sesuatu yang meninggalkan jemaat sinagoge terlepas dari kedalamannya.

Dari bibir orang-orang yang merasa tidak mengerti kedalaman itu, adalah wajar kalau muncul pertanyaan "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan." (Yohanes 6:52).
Adalah menjadi kebiasaan Yohanes apabila ia mencatat percakapan Yesus dengan mengutip perkataan yang mempunyai arti rohani dan yang membuat pendengarnya memberi reaksi bahwa mereka gagal untuk mengerti artinya; Yesus Kristus kemudian diberikan kesempatan untuk mengulangi perkataanNya secara lebih lengkap. Karena itu disini Dia mengulangi kembali jawabanNya dengan lebih lengkap untuk para pendengarnya yang kebingungan :


* Yohanes 6:54-56
6:54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.
6:55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.
6:56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.



Apa yang Yesus maksudkan? Jelaslah bahwa bahasanya tidak dapat diambil secara harfiah : Dia tidak menganjurkan kanibalisme. Kalau begitu, bagaimana harus diartikan? Hal ini tidak hanya kabur, mereka berpikir : itu bersifat menantang. Bagi orang yahudi, minum darah apapun, bahkan makan daging yang darahnya masih belum dialirkan, adalah tabu. Apalagi meminum darah manusia yang tidak masuk akal kalau perlu disebutkan. Ini merupakan perkataan yang keras dipandang dari lebih banyak segi.

Yesus menjawab protes mereka dengan menunjukkan bahwa perkataanNya harus dimengerti secara rohani :


* Yohanes 6:63
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

KJV, It is the spirit that quickeneth; the flesh profiteth nothing: the words that I speak unto you, they are spirit, and they are life.
TR, το πνευμα εστιν το ζωοποιουν η σαρξ ουκ ωφελει ουδεν τα ρηματα α εγω λαλω υμιν πνευμα εστιν και ζωη εστιν
Interlinear, to pneuma {Roh/ Yang rohani} estin {adalah} to zôopoioun {menghidupkan} hê sarx {daging/ yang lahiriah} ouk ôphelei {berguna} ouden {sama sekali tidak} ta rêmata {kata-kata} a {yang} egô {Aku} lalô {telah mengatakan} humin {kepadamu} pneuma {Roh} estin {adalah} kai {dan} zôê {hidup/ pemberi hidup} estin {adalah}


Pengertian secara fisik atau harfiah dari perkataan itu secara jelas tidak akan dapat diterima. Jikalau demikian, apakah arti rohaninya?

Kembali kepada para pembaca Injil yang memandang perkataan ini dalam konteks keseluruhannya, beruntung melebihi pengengar-pendengar pertama, yang tidak mempunyai penjelasan konteks.
Apa yang kita peroleh dari bahasa ganjil yang digunakan Tuhan Yesus adalah merupakan metafora yangd engan kuat menyatakan bahwa bagian dari kehidupan Allah, kehidupan yang ekkal, diberikan kepada barang-siapa yang datang beriman kepada Yesus Kristus, memiliki Dia, masuk dalam eksatuan bersama dengan Dia. Untuk hal ini, kita lihat 2 penjelasan dri 2 tokoh Gereja yaitu Agustinus Hippo (akhir abad ke-4) dan Bernard Calirvaux (Abad ke 12) :

Perkataan yang keras itu tidak dapat diartikan secara harfiah, kata Agustinus, karena itu bisa berarti menganjurkan kejahatan atau kriminal : 'Karenanya itu merupakan lukisan penderitaan Kristus, dan secara rahasia dan istimewa tersimpan di hati kita suatu fakta bahwa dagingNya telah disalibkan dan ditikamkan untuk kita' (Agustine, On Christian Doctrine, 3.16). Di tempat yang lain dia meringkasnya dalam semboyan "Crede et manducasti – percayalah, dan engkau telah memakannya" (Agustine, Homilies on John, 26.1)

Bernard menerangkan perkataan "Barangsiapa yang makan dagingKu dan minum darahKu mempunyai hidup yang kekal" dengan arti "Barangsiapa merefleksikan kematianKu, dan mengikuti teladanKu sehingga tersiksa di bumi, memperoleh hidup yang kekal – dengan kata lain, "Bila engkau menderita bersamaKu, engkau juga akan memerintah bersamaKu" (Bernard, The Love of God, 4.11).

Timbul suatu pertanyaan : Apa hubungan perkataan yesus dengan Perjamuan Kudus, yaitu orang-orang percaya yang menerima roti dan anggur sebagai lambang tubuh dan darah Yesus Kristus?
Berbeda dengan penulis-penulis lainnya, Yohanes tidak mencatat institusi Perjamuan Kudus, tetapi hal ini memang menunjuk kepada kebenaran yang sama dalam perkataan seperti dalam Perjamuan Kudus dalam tindakan. Kebenaran ini diringkas dalam undangan yang disampaikan kepada pengikut Perjamuan Kudus dalam Book of Common Prayer : 'Ambillah dan makanlah, ini sebagai peringatan bahwa Kristus telah mati bagimu, dan hiduplah dari Dia dalam hatimu oleh iman dengan ucapan syukur'.
Hidup dari Kristus dalam hati oleh Iman dengan ucapan syukur adalah 'makan daging Anak Manusia dan minum darahNya' dan dengan demikian, kita memperoleh kehidupan yang kekal.



Amin. Selengkapnya...