Mengklaim janji-jani Tuhan saj tidak cukup, responilah dengan benar


Bila diajukan pertanyaan siapa yang mau merasakan kegenapan janji-janji Tuhan dalam hidupnya maka semua orang pasti akan mengangkat tangannya. Sebagai umat percaya, semua orang kristen sangat menginginkan kegenapan setiap janji-janji Tuhan dalam hidupnya terlebih lagi zaman sekarang ini zaman yang penuh dengan kesulitan dan persaingan, sehingga tidak heran, mimbar gereja saat ini lebih cenderung kepada kotbah-kotbah yang bersifat berkat.

Lalu saudara, sekali lagi kami bertanya apakah anda benar-benar ingin kegenapan janji-janji berkat Tuhan di genapi dalam kehidupan Saudara? Jika ya, maka responilah janji Tuhan dengan benar. Lalu, bagaimana kita bisa meresponi janji-janji itu? Mari kita belajar dari Yakub.

Yakub adalah contoh yang dapat kita teladani bagaimana responnya terhadap janji-janji Tuhan.

Suatu ketika Yakub melarikan diri dari rumah dan kampung halamannya menuju Haran karena takut terhadap Esau kakaknya. Yakub takut karena ia telah merebut berkat sulung dari Esau kakaknya dengan cara curang, dan suatu malam ditengah perjalanan, Yakub bermimpi. Ia melihat sebuah tangga didirikan yang ujungnya sampai kelangit. Di tangga itu ia melihat malaikat Tuhan turun naik. Lalu Tuhan berfirman kepadanya “Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu. Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.” (Kejadian 28:13-15)

Ketika terbangun Yakub terheran-heran dan terpana. Betapa dahsyatnya tempat itu, terlebih lagi jika mengingat janji-janji yang telah diucapkan Tuhan dalam mimpinya itu. Lalu apa respon Yakub? Apakah yakub hanya diam-diam saja atas janji itu? Apakah Yakub hanya mengklaim janji itu tanpa berbuat apapun?

Tidak saudaraku. Yakub tidak diam-diam saja, Yakub tidak hanya mengklaim dan meyakini bahwa Tuhan pasti menepati janji-janjiNya itu.

Saudaraku, mengklaim dan meyakini janji-janji Tuhan tidaklah salah, namun itu saja tidak cukup. Kita juga harus meresponi dan berbuat sesuatu atas janji-janji itu. Lalu apakah yang harus menjadi respon kita? Untuk Itu kita bisa meneladani apa yang dilakukan Yakub, yaitu:

1. Ingatlah selalu akan janji-janji Tuhan.

Kejadian 28:18 (IBIS) Keesokan harinya pagi-pagi, Yakub bangkit, lalu mengambil batu yang dipakainya sebagai bantal dan menegakkannya menjadi batu peringatan. Dituangkannya minyak zaitun di atas batu itu untuk dikhususkan bagi Allah.

Setelah bangun dari tidurnya, Yakub mendirikan sebuah Tugu peringatan dari sebuah batu yang pada saat tidur dijadikan bantalnya. Dengan mendirikan batu peringatan itu, maka setiap Yakub melihatnya, itu akan mengingatkan janji-janji yang pernah diucapkan Tuhan kepadanya. Dan dengan batu itu, Tuhanpun akan diingatkan bahwa Tuhan pernah berjanji kepada Yakub. Hal yang sama juga pernah terjadi ketika Tuhan menaruhkan sebuah pelangi di langit sebagai bukti janji antara Tuhan dengan Nuh bahwa Tuhan tidak akan memusnahkan manusia dengan Air Bah lagi, itu kita temukan pada ayat dibawah:

Kejadian 9:11-17 (IBIS) Inilah perjanjian-Ku dengan kamu: Aku berjanji bahwa segala makhluk yang hidup tidak akan lagi dibinasakan oleh banjir. Tidak akan lagi ada banjir yang membinasakan bumi ini. Sebagai tanda perjanjian kekal, yang Kubuat dengan kamu dan dengan segala makhluk yang hidup, maka Kutaruh pelangi-Ku di awan sebagai tanda perjanjian-Ku dengan dunia. Setiap kali, jika Aku menutupi langit dengan awan, lalu pelangi itu tampak, Aku akan mengingat janji-Ku kepadamu dan kepada segala makhluk hidup, yaitu bahwa banjir tidak akan lagi membinasakan segala yang hidup. Bilamana pelangi tampak di awan, Aku akan melihatnya dan mengingat perjanjian yang kekal itu antara Aku dengan segala makhluk yang hidup di bumi. Itulah tanda janji-Ku yang Kuberikan kepada segala makhluk yang hidup di bumi."

Saudaraku, kita perlu mengingat senantiasa janji Tuhan kepada kita dan hal itu juga akan mengingatkan Tuhan bahwa Tuhan telah menyatakan janji-janjiNya dan janji-janjiNya itu harus di tepati. Bagaimana Tuhan mau menggenapi janji-janjiNya jika kita sendiripun tidak mau mengingat janji-janjinya itu?

2. Jadikanlah hidupmu menjadi baitnya Tuhan.

Kejadian 28:22a Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah.

Untuk mengokohkan janji itu maka Yakub juga berjanji kepada Tuhan bahwa di tempat itu ia akan mendirikan rumah Allah.

Lalu bagaimana dengan kita saudara? Untuk mengokohkan perjanjian Allah dalam hidup kita maka kita juga harus membuat komitmen kepada Tuhan bahwa kita akan mendirikan baitnya Allah. Apa yang dimaksud dengan bait Allah? Mari kita perhatikan ayat dibawah:

1Korintus 6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

Dari ayat ini dijelaskan bahwa sebenarnya tubuh kita adalah bait Allah, oleh sebab itu mari kita serahkan tubuh kita kepada Tuhan untuk dijadikan baitNya. Mari kita kuduskan hidup kita agar Roh Kudus mau berdiam di dalamnya.

Saudaraku, jangan kita serahkan tubuh kita kepada dunia ini untuk dijadikan bait roh-roh najis. Karena jika kita menyerahkan tubuh kita kepada roh-roh najis/dunia maka roh-roh itu akan senantiasa menyertai kita. Maka jangan heran mengapa ada orang yang senantiasa berbuat jahat, cabul atau berpikiran kotor. Itu karena ia menyerahkan tubuhnya untuk di jadikan tempat oleh roh-roh tersebut. Oleh sebab itu mari kita serahkan tubuh kita menjadi Baitnya Roh Kudus sebab jika Roh Kudus ada dalam hidup kita, itu artinya Tuhan senantiasa ada bersama-sama kita. Jika Allah di pihakku siapakah yang menjadi lawanku (tidak ada).

3. Berjanjilah bahwa Setiap apa yang saudara terima akan saudara berikan sepersepuluhnya untuk Tuhan.

Kejadian 28:22b Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."

Ini adalah komitmen untuk membayar perpuluhan. Yakub berkomitmen kepada Tuhan bahwa setiap berkat yang ia terima akan di kembalikan sepersepuluhnya kepada Tuhan.

Saudaraku, jika saudara ingin merasakan kegenapan janji Tuhan maka saudara harus membayar persepuluhan. Membayar persepuluhan itu sangat penting saudara, bahkan Tuhan mengatakan orang yang tidak membayar persepuluhan adalah penipu. Itu kita temukan pada ayat dibawah:

Maleaki 3:8 (IBIS) Sekarang Aku bertanya kepadamu: Bolehkah manusia menipu Allah? Tentu saja tidak. Tetapi kamu menipu Aku juga. Kamu bertanya, 'Bagaimana?' Jawab-Ku: Dalam hal membayar sepersepuluhan dan memberi persembahan.

Namun, jika saudara membayar persepuluhan dengan setia maka itu akan menjadi berkat bagi saudara. Sama seperti Tuhan memberkati Yakub, Tuhanpun akan memberkati saudara.

Maleaki 3:10-12 (IBIS) Bawalah sepersepuluhanmu seluruhnya ke Rumah-Ku supaya ada makanan berlimpah di sana. Ujilah Aku, maka kamu akan melihat bahwa Aku membuka pintu-pintu surga dan melimpahi kamu dengan segala yang baik. Aku tak akan membiarkan serangga merusak hasil bumimu; pohon-pohon anggurmu akan sarat buahnya. Maka kamu akan dikatakan bahagia oleh semua bangsa, sebab negerimu menjadi tempat yang baik untuk didiami."

Oleh sebab itu, apakah saudara rindu di berkati dan merasakan kegenapan janji-janji Tuhan? Bayarlah perpuluhan dengan setia maka berkat-berkat Tuhan tercurah atas hidup saudara.
Tuhan Yesus memberkati kita. Amin

0 komentar:



Posting Komentar